Laba Sumi Indo Naik 378% Setara USD1,14 Juta

Jum'at 01 Februari 2019 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 01 278 2012337 laba-sumi-indo-naik-378-setara-usd1-14-juta-Dnb1StkqGZ.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Di 2018, PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) mencatatkan laba bersih USD1,14 juta atau naik 378,3% dibanding periode yang sama tahun 2017 sebesar USD240.308. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Melansir Harian Neraca, Jakarta, Jumat (1/2/2019), selain pertumbuhan laba, perusahaan juga membukukan penjualan USD146,3 juta atau naik 44,55% dibandingkan akhir Desember 2017 sebesar USD101,8 juta. Sedangkan beban pokok penjualan mengalami kenaikan 43,5% dari USD96,5 juta menjadi USD138,5 juta. Kemudian kewajibantercatat emiten kabel ini tercatat sebesarUSD27,13 juta atau naik 68,7% dibanding akhir tahun 2017sebesar USD16,2 juta.

Baca Juga: Bahan Baku Naik, Sumi Indo Kabel Catat Kenaikan Penjualan Capai USD141 Juta

Sementara ekuitas tercatat sebesar USD65,9 juta atau naik 1,07% dibanding akhir tahun 2017 yang tercatat USD65,2 juta. Adapun aset tercatat sebesar USD93,07 juta atau naik 14,81% dibandingkan akhir tahun 2017 sebesar USD81,4 juta. Sebagai informasi, saat ini perseroan memiliki kapasitas produksi hingga 300 ton per bulan atau 36.000 ton per tahun.

Baca Juga: Pengusaha Berharap Volatilitas Rupiah Terjaga

Adapun pada tahun 2017 lalu volume produksi perseroan dalam satuan berat secara total sebesar 19.977 ton, atau menunjukkan kenaikan sebesar 15,8% dari tahun 2016 sebelumnya sebesar 17.249 ton. Asal tahu saja, tingginya permintaan kabel untuk pasar luar negeri di sektor tenaga listrik dan konstruksi membuat persaingan sangat ketat. Apalagi, porsi penjualan produk kabel IKBI dengan tujuan ekspor hingga saat ini masih besar. Tercatat, setiap tahunnya porsinya bisa mencapai 60% dari total pendapatan (revenue).

Mengenai potensi ekspor, beberapa proyek transportasi & infrastruktur di ASEAN dan negara-negara Timur Tengah diprediksi akan terus berkembang dan berdampak bagi penjualan kabel perseroan dan juga permintaan kawat mobil di negara negara ASEAN mengalami peningkatan.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini