Perusahaan dan produk unggulan yang tampil telah diseleksi lantaran Kemenperin menetapkan beberapa kriteria yaitu merupakan karya dalam negeri, berpotensi ekspor, dan memiliki pertumbuhan tinggi. "Juga harus punya potensi menyerap tenaga kerja dan mendukung ketahanan pangan," imbuh Menperin.
Adapun pameran yang terjadi yakni industri seluler, elektronika, otomotif, solar panel, kesehatan, data center, game dan perangkat lunak yang di bawah payung koordinasi Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika.
Kedua, produk sepatu, tekstil, kimia, peraga pendidikan dan musik (Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka). Ketiga, produk unggulan kopi, cokelat, dan sawit (Dirjen Industri Agro).
"Yang keempat, tampil pula pelaku industri fesyen, kerajinan tangan, pangan dan Desa Industri Mandiri hingga batu mulia memamerkan produk andalan," kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Euis Saedah.
Sementara yang kelima, Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin menampilkan hasil riset, rekayasa untuk ketahanan pangan, energi terbarukan dan produk mesin untuk substitusi impor.
(Martin Bagya Kertiyasa)