Analis Investa Saran Mandiri Hans Kwee menyebutkan, isu reshuffle memberikan pengaruh bagi para investor. Hal tersebut karena tidak adanya kepastian mengenai kebijakan tersebut.
"Semakin tidak jelas tentu. Membuat pelaku pasar menunggu, (investor) cenderung keluar dulu," jelas Analis Investa Saran Mandiri Hans Kwee kepada Okezone, di Jakarta (12/8/2015).
Menurutnya, isu tersebut dapat menjadikan kabar positif bagi kinerja pemerintahan Presiden Jokowi agar semakin membaik, sehingga menimbulkan kepercayaan pada investor.
" Tapi sejauh ini dipikir isu ini lebih positif, untuk mendorong kinerja pemerintahan ke depannya," tandasnya.
Dia melanjutkan, devaluasi mata uang China yuan masih mendominasi sentimen di pasar. Seperti diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini anjlok 50 poin ke level 4.572. Selain itu, Rupiah juga ikut terdepresiasi ke level Rp13.800 per USD.
(Rizkie Fauzian)