Kendati demikian menurut asumsi dasar ekonomi makro 2016, pertumbuhan inflasi ditargetkan sebesar 4,7 persen. Sedangkan tahun sebelumnya inflasi ditargetkan lebih tinggi sebesar 5 persen.
Sementara untuk nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditetapkan sebesar Rp13.400 per USD. Jauh meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar Rp12.500 per USD.
Lonjakan menyikapi kondisi Rupiah belakangan ini semakin terpuruk. Bahkan kemarin Rupiah sempat tembus Rp13.800 per USD. Belum lagi sentimen negatif dari kondisi perekonomian global seperti devaluasi yuan, dan teror dari rencana kenaikan suku bunga The Fed.
Sementara untuk harga minyak, tetap dipatok di kisaran USD60 per barel. Selain itu, pemerintah menerapkan kenaikan pada lifting minyak menjadi 830 ribu barel per hari (bph) dari sebelumnya 825 bph. Sedangkan lifting gas turun menjadi 1,155 juta barel setara minyak per hari dari sebelumnya 1, 221 juta barel setara minyak per hari.
(Martin Bagya Kertiyasa)