– Jangan terburu-buru eksekusi properti, jika belom mempertimbangkan untung dan rugi nya. mintalah pendapat dari orang lain yang dianggap mengerti tentang hal ini
– Jangan menaruh telur disatu keranjang, diversifikasi dalam properti sangat banyak, dengan membeli properti dikawasan yang berbeda, atau jenis properti yang berbeda, misalnya rumah, ruko, apartemen, dan lain-lain. Lantaran properti bersifat lokal (localized), maka pertumbuhan nilai investasi pun berbeda-beda. Begitu pula jenis investasi properti yang berbeda pertumbuhan investasinya terutama jika dilihat dari “jangka investasi properti”
– Buatlah nilai tambah, jika anda sudah punya tanah jangan hanya dibiarkan berbentuk tanah tanpa ada produktivitas. Properti yang tampak tak menarik bahkan bisa memberikan keuntungan jika diberi nilai tambah.
– Menguasai pasar lokal, mengetahui pasar suatu lokasi baru, bukan perkara mudah. Pasalnya, setiap pasar atau kawasan memiliki karakteristik, regulasi, fasilitas pendukung, dan infrastruktur tersendiri yang berbeda dengan kawasan lain.
– Mulai dari rumah, jika anda mendekati usia pensiun dan tinggal di rumah yang cukup luas, cobalah membuat rencana untuk membagi beberapa kapling untuk disewakan. misalnya menjadi kios dagang.