Cara Dorong Ekonomi Indonesia versi Bos IMF

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Rabu 02 September 2015 11:51 WIB
Christine Lagarde (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Gejolak ekonomi dunia berimbas pada pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Pelemahan global yang terjadi memaksa ekonomi Indonesia berada di level 4,67 persen.

Melihat kondisi ini, Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde memberi saran pemerintah dalam menghadapi kondisi perekonomian global yang tidak stabil.

Menurutnya, Indonesia perlu memperkuat pertahanan dengan kebijakan fiskal yang prudent. Tapi, kebijakan yang diambil pemerintah juga harus menyesuaikan dengan keadaan negara yang tidak lagi sama.

"Tentu saja, kebijakan perlu disesuaikan dengan keadaan negara yang berbeda, tetapi mereka harus mencakup," sebutnya di Gedung BI, Jakarta, Rabu (2/9/2015).

Lagarde mengatakan pemerintah juga perlu mengerem pertumbuhan kredit yang berlebihan dan mempertahankan cadangan devisa yang memadai.

"Kita perlu mempertahankan cadangan devisa yang memadai, dan membangun pengawasan serta pengaturan di sektor keuangan," imbuhnya.

Selain itu, dia menambahkan, untuk dapat terus meredam laju krisis yang terjadi saat ini, Lagarde menyarankan kepada Pemerintah Indonesia untuk mengambil kebijakan dengan memperhatikan lima hal. Kelima hal tersebut adalah dengan memperkuat kebijakan fiskal, mendorong pertumbuhan kredit, dan memperkuat nilai tukar.

"Juga, Anda harus mempertahankan cadangan devisa yang memadai, serta membangun pengaturan pengawasan sektor keuangan," paparnya.

Lagarde melanjutkan, selain kebijakan dalam menghadapi krisis global, pemerintah diharapkan bisa mendorong laju perekonomian nasional. Setidaknya dia menyebutkan empat hal sederhana yang menurut dia dapat mendorong agar ekonomi Indonesia terus tumbuh.

"Hal sederhana yang bisa didorong bagi Anda adalah dengan inovasi, integritas, infrastruktur, serta inklusivitas," tandasnya.

(Rizkie Fauzian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya