Hal ini menanggapi kekhawatiran para tenaga kerja lokal yang menyebut adanya serbuan tenaga kerja asing asal China ke Indonesia. Terlebih lagi, ada beberapa proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh China.
"Kalau saya sih sederhana Saja, saya tanya anda deh, kalau misalnya anda ini investor dari Indonesia, anda bawa uang Rp50 triliun ke Thailand. Saya tanya, anda akan bawa orang Indonesia enggak? Nah anda bawa kan, jadi konsepnya sama seperti itu," jawab Hanif di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/9/2015).
"Tapi anda enggak akan bawa semuanya toh. Mungkin anda akan bawa ahli-ahli yang terpecaya akan bawa beberapa manajer, nah konsepnya kaya gitu," sambung Hanif.
Namun, dirinya tidak mengiyakan adanya serbuan tenaga kerja asing asal China. Hanif terus berdalih bahwa konsep investor membawa tenaga kerja asal untuk bekerja di negara tersebut memang seperti itu.
"Gini loh, pengertiannya itu kan investor itu bawa uang, dia ciptakan lapangan kerja, dia ambil risiko, jadi dia perlu mengamankan, sehingga membutuhkan SDM yang dia percaya, bukan sekedar ahli, tapi yang dipercaya. Nah dalam konteks seperti itu wajar saja di seluruh dunia," dalih Hanif.
Kendati demikian, dirinya meminta semua pihak mengkhawatirkan permasalahan tersebut. Menurut Hanif, pemerintah sudah punya regulasi mengenai orang asing atau tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia.
"Jadi enggak perlu ada yang dikhawatirkan, semuanya terkendali dengan baik, yang penting kebijakan yang kita ambil ini untuk mendukung kebijakan investasi kita lebih bagus, sehingga iklim investasi lebih baik, sehingga investasi besar dan manfaat untuk rakyat makin besar dan banyak. Pembangunan berjalan, ekonomi bergerak, lapangan kerja tercipta dan terbuka. Untuk siapa? untuk rakyat Indonesia," pungkasnya.
(Rizkie Fauzian)