JAKARTA - Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar dalam perdagangan berbasis online. Pasalnya, sejak 2012 hingga 2015, e-commerce Indonesia mengalami pertumbuhan tertinggi dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Menurut riset yang dilakukan oleh International Data Corporation (IDC), sejak 2012 hingga 2015 e-commerce Indonesia tumbuh mencapai 42 persen, Filipina 28 persen, Thailand 22 persen, dan Malaysia 14 persen. Keadaan ini tentunya dapat menjadi kesempatan menggiurkan bagi para investor dan pelaku bisnis Tanah Air.
Bagi pebisnis yang ingin mengembangkan web e-commerce, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan agar dapat membangun kepercayaan bagi pengguna yang berkunjung ke halaman e-commerce.
Front End Developer Suitmedia Bobby, menjelaskan yang menjadi nilai jual dari sebauh web e-commerce adalah keamanan dan kenyamanan bagi pengguna. Halaman e-commerce harus mudah digunakan agar dapat meningkatkan kepercayaan dari pengguna.
“Faktor lainnya yang perlu diperhatikan dalam membangun e-commerce adalah performa dari web yang diakses oleh masyarakat,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Senin (9/11/2015).
Menurut Bobby, web e-commerce yang lambat akan menimbulkan kerugian bagi sebuah e-commerce. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Amazon.com, apabila sebuah web e-commerce menagalami load selama satu detik, maka akan mengakibatkan kerugian senilai USD1,6 milliar per tahun.
Keadaan ini juga menyebabkan beberapa e-commerce dari luar negeri tidak mengadopsi responsive web design (RWD) dalam e-commerce mereka. Penggunaan yang sangat direkomendasikan untuk web e-commerce adalah mobile site karena memiliki performa yang tepat untuk perkembangan e-commerce.
(Rizkie Fauzian)