Direktur Utama BEI, Tito Sulistio mengatakan menabung dalam bentuk saham memberikan imbal hasil (return) yang lebih besar dibandingkan deposito berjangka (time deposit).
Tercatat, dalam 10 tahun terakhir, imbal hasil Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sekitar 24 persen, sedangkan time deposit cuma 7,2 persen.
"Nabung saham, menyimpan saham, dalam jangka panjang terbukti lebih menguntungkan. Maka itu masyarakat harus mengubah karakter dan profil dari 'saving society' menjadi 'investment society'." kata Tito.
Kampanye yang melibatkan seluruh pelaku pasar modal tersebut, kata Tito, bertujuan untuk mengubah budaya masyarakat yang cenderung menyimpan uangnya di bank (saving society) menjadi masyarakat yang berinvestasi di saham (investment society). Saat ini hanya sekitar 4 persen dari penduduk Indonesia yang menjadi investor dan paham atas produk saham atau jauh lebih kecil dari masyarakat yang menabung di bank yang ada di kisaran 60 persen.
“Saya harapkan kampanye ‘Yuk Menabung Saham’ menjadi menjadi sepopuler kampanye 'Keluarga Berencana' zaman dulu, menjadi sangat populer seperti Tabanas (Tabungan Pembangunan Nasional) dulu,” sebutnya.
(Rizkie Fauzian)