JAKARTA - Sebagai salah satu moda transportasi publik, Kereta menjadi transportasi yang sedikit mengalami hambatan. Namun, efisiensi kereta di Indonesia kurang maksimal, karena tingkat kecepatan masih lambat.
Direktur Sarana Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Yugihartiman, mengungkapkan alasan kereta di Indonesia tidak bisa melaju dengan cepat karena kebanyakan desain rel di Indonesia masih menggunakan desai zaman Belanda.
"Desain sisa Belanda gunakan rel tipe R33 yang artinya dalam satu rel beratnya 33 kg. Hal ini yang membuat kecepatan kereta tidak bisa tinggi," jelas Yugi dalam seminar nasional industri penunjang perkeretaapian, di Crowne Plaza, Jakarta, Selasa (25/11/2015).
Menurutnya, diperlukan rel dengan tipe R54 untuk mengefisieniskan laju kereta. Dirinya mengatakan, untuk proyek-proyek kereta baru seperti Trans Sulawesi dan Trans Sumatera akan menggunakan rel tipe R54 ini.
"Dengan desain ke depannya kita akan pakai rel tipe R54 itu satu meter bisa 54 kg beratnya. Dengan banyaknya proyek kereta, rel R54 sangat dibutuhkan,"paparnya.
Yugi menambahkan, untuk rel lama di wilayah Jawa pun sekarang dalam pergantian rel baru. Seperti double track sekarang sudah diganti sebagian besar. "Nanti seluruh lintas lama juga akan segera diganti rel baru,"terangnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)