Wawancara Spesial, Cerita Bos Ikan 'Terjun' ke Lantai Bursa

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Selasa 08 Desember 2015 12:20 WIB
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
Share :


JAKARTA - PT Dua Putra Utama Makmur Tbk hari ini resmi melakukan mencatatkan saham perdananya (initial public offering/IPO). Perusahaan yang bergerak di bidang perikanan ini membuka penawaran saham perdananya di level Rp550 per lembar saham.

Setelah resmi dicatatkan, saham emiten berkode DPUM ini dibuka naik 90 poin menjadi Rp640 per lembar saham. Adapun harga tertinggi saham DPUM di level Rp700 dan terendahnya diposisi Rp550.

Berdasarkan hasil penjatahan, investor domestik akan mendapatkan porsi saham sebesar 67,21 persen. Sedangkan investor asing mendapatkan porsi 32,79 persen. DPUM melepaskan 1,67 miliar sahamnya ke publik atau setara 40,12 persen sahamnya ke publik. Perseroan juga menggandeng PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT Sucorinvest Central Gani, dan PT BNI Securities sebagai penjamin emisi.

Berikut wawancara dengan Direktur Keuangan DPUM Indra Afriadi dan Direktur Marketing DPUM Aris Widiarto dalam IBCM-IDX Channel, Selasa (8/12/2015).

 

Masih banyak pelaku bisnis yang ragu untuk listing karena market belum pasti, apa yang buat DPUM listing?

Semua tidak lepas dari program pemerintah Jokowi-JK bahwa untuk kabinet Jokowi-JK akan memfokuskan di sektor maritim, selain sektor lain juga ya, jadi kita optimis. Juga dengan kebijakan pemerintah, khususnya ilegal fishing sangat membantu kita, dengan diusirnya kapal asing peluang kita untuk penangkapan di Indonesia sangat terbuka.

Kebijakan dari pemerintah sudah seberapa jauh, apakah respons pemerintah cepat?

Sektor perikanan tahun ini dan tahun depan 8,7 persen, jadi kita akan genjot dan perbesar pengolahan dan penangkapan kita sesuai dengan arahan Ibu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan), kita akan bangun cold storage lebih besar lagi dari kapasitas yang ada sekarang, termasuk mesin-mesinnya, untuk kapal kita akan tambah 10 unit. Itu adalah kapal boot kayu tapi lebih modern dengan kapasitas 300 GT. Dengan adanya kapasitas ini, kita optimis laba perusahaan akan meningkat. Secara produktivitas, dengan diusirnya kapal asing kapal kita lebih mudah menangkap ikan, nelayan kecil saja merasakan apalagi nelayan yang punya kapal sendiri.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya