"Untuk itu kami telah membicarakan dengan pemilik yakni pemerintah provinsi Sumatera Barat dan pemerintah kota se Sumatera Barat untuk menambah modal," imbuhnya.
Di samping itu, Suryadi memandang perbankan syariah memiliki potensi pertumbuhan yang cukup cerah di tanah Minang. Pasalnya masyarakat suku Minang dikenal sangat agamis.
"Saat ini penguasaan pasar UUS dari Bank Nagari di Sumatera Barat mencapai 30 persen, sama bank konvensionalnya. Jadi memiliki potensi yang sama besar," pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)