Fed Rate Naik, China Diharap Jadi Penyelamat

Dedy Afrianto, Jurnalis
Kamis 17 Desember 2015 04:51 WIB
The Fed. (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA – Ketika Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserve (the Fed) menaikkan suku bunga, maka hal ini sekaligus menjadi keputusan penting bagi perekonomian dunia internasional dalam satu dekade terakhir. Pasalnya, AS terakhir kali akan menaikkan tingkat suku bunganya untuk pertama kalinya sejak Juni 2006 silam.

Sebagai dampak dari kenaikan suku bunga the Fed, negara berkembang perlu waspadai arus investasi yang diperkirakan akan keluar menuju AS. Pasalnya, Kenaikan suku bunga the Fed akan menyebabkan menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia.

Hal ini tentunya akan menyebabkan mengalirnya investasi dana modal menuju AS. Sehingga, terdapat potensi keluarnya arus dana modal asing yang saat ini masih berada di negara berkembang.

Menurut analis Commerzbank, pertumbuhan negatif yang dialami oleh sebagian besar negara berkembang akan dapat menekan sektor bisnis domestik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Sehingga, negara berkembang diharapkan dapat segera bersifat responsif untuk melakukan proteksi arus dana modal dalam negeri.

"Pertumbuhan lemah di pasar negara berkembang akan membebani sentimen bisnis,” ujar analis Commerzbank seperti yang dikutip Reuters.

Meskipun demikian, pertumbuhan industri Beijing dapat diharapkan jadi penyelamat ekonomi negara berkembang. Pada November, pertumbuhan output industri China mencapai angka tertinggi dalam lima bulan terakhir yang mencapai 6,2 persen.

Hal ini telah membuktikan bahwa langkah-langkah stimulus yang telah dilakukan oleh pemerintahan di Beijing telah menuai hasil positif. Untuk itu, ekonomi China diharapkan dapat menopang pertumbuhan ekonomi negara berkembang yang diperkirakan akan mengalami tekanan dalam waktu dekat pasca kenaikan suku bunga the Fed.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya