Kemudian Freeport salah investasi di teluk Meksiko rugi, jadi USD15. Terus gak mampu menyelesaikan masalah dengan pemerintah Indonesia harga sahamnya di bawah USD6 per saham," katanya si Hotel Mulia, Jakarta, semalam.
Oleh karena itu dia menghimbau agar pemerintah harus hati dalam proses disvestasi saham Freeport 10,64 persen. Hal itu demi menghindari kerugian yang akan dialami negara.
"Mesti hati-hati, karena harga yang ditawarkan kemahalan. Jadi ngapain beli saham anak perusahaannya super mahal demikian. Hati-hati harganya sekarang itu super mahal. Karena harga perusahaan induknya saja sudah jatuh," pungkasnya.
(Fakhri Rezy)