Perbankan RI Ingin Jadi Jawara ASEAN, JK Sarankan Merger

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Sabtu 16 Januari 2016 11:05 WIB
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
Share :


JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) merasa heran dengan industri perbankan Indonesia yang masuk di peringkat buncit di ASEAN.

Padahal Indonesia merupakan satu-satunya negara yang masuk dalam kelompok 20 negara dengan perekonomian besar di dunia alias G20. Dengan peringkat 16 di G20, lanjut JK, artinya ekonomi Indonesia terbilang cukup besar.

"Tapi kenapa lembaga kita hanya nomor 11 dan 12 di ASEAN, padahal ekonomi kita lebih besar dari mereka secara keseluruhan," kata JK, semalam.

Menurut JK, lembaga keuangan di Indonesia terlalu banyak dibandingkan dengan besaran ekonomi. Dia menilai, lembaga keuangan Indonesia perlu dirampingkan atau di merger.

"Artinya kita butuh lembaga keuangan yang kuat, sekaligus mempersatukan, membuat merger atau memberikan suatu kekuatan yang besar untuk lembaga keuangan yang tidak banyak seperti sekarang, itu alamiahnya kalau kita mau efisien," jelasnya.

Tidak hanya perampingan, JK menilai industri keuangan Indonesia memerlukan pembagian keuntungan yang merata. Jangan seperti sekarang, katanya, hanya 1 persen orang menguasai 50 persen aset Indonesia.

"Ini tentu kondisi yang harus kita perbaiki karena menimbulkan masalah-masalah," tukasnya.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya