Freeport Ajukan Harga Saham Rp23,5 T Dinilai Kemahalan, Ini Perhitungannya

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Sabtu 16 Januari 2016 18:02 WIB
(Ilustrasi: Situs Kemenkeu)
Share :


JAKARTA - Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) sepakat dengan pernyataan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli yang menyebut harga saham yang ditawarkan PT Freeport Indonesia atas pelepasan saham sebesar 10,64 persen untuk kewajiban divestasinya di Indonesia terlalu mahal.

Freeport Indonesia menawarkan sahamnya 10,64 persen ke pemerintah Indonesia dengan nilai USD1,7 miliar atau setara Rp23,5 triliun (dengan kurs Rp13.800 per USD). Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 tahun 2014, Freeport diminta melepaskan sahamnya sebesar 10,64 persen.

Ketua Working Group Kebijakan Publik Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Budi Santoso menjelaskan, mahalnya saham Freeport yang ditawarkan ke pemerintah Indonesia berdasarkan perhitungan saham yang dihitung dari nilai aset dan keuntungan Freeport beberapa tahun belakang terakhir.

Budi mengungkapkan, pada 2014, aset Freeport Indonesia mencapai USD9,1 miliar dengan keuntungan bersih hanya mencapai USD500 juta per tahun. Keuntungan bersih Freeport pun turun jika dibandingkan 2013 yang sebesar USD784 juta.

"Artinya apa, dari sisi perusahaan lima tahun kedepan, enggak mungkin Freeport keuntungannya berlipat-lipat kan," ucap Budi kepada Okezone, Jakarta.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya