JAKARTA - Tahun baru China atau yang lebih dikenal dengan perayaan imlek merupakan perayaan penting bagi orang Tionghoa. Perayaan tersebut biasanya dilakukan dengan melaksanakan ibadah di klenteng.
Seperti dikutip dari laman Tionghoa.info, Kamis (4/2/2016), Klenteng merupakan sebutan untuk tempat ibadah penganut kepercayaan tradisional Tionghoa di Indonesia. Tidak diketahui dari mana istilah “Klenteng”, namun banyak yang percaya berasal dari bunyi teng-teng-teng dari lonceng yang berada di klenteng sebagai bagian ritual ibadah.
Namun, apa beda klenteng dan Vihara belum banyak yang mengetahui. Klenteng dan Vihara pada dasarnya berbeda dalam arsitektur, umat dan fungsi. Klenteng pada dasarnya berarsitektur tradisional Tionghoa dan berfungsi sebagai tempat aktivitas sosial masyarakat selain dari pada fungsi spiritual.
Vihara berarsitektur lokal dan biasanya mempunyai fungsi spiritual saja. Namun, Vihara juga ada yang berarsitektur tradisional Tionghoa seperti pada Vihara Buddhis aliran Mahayana yang memang berasal dari China.
Klenteng pada dasarnya terdiri dari empat bagian, yakni halaman depan, ruang suci dalam, ruang tambahan, dan bangunan samping. Masing-masing tempat memiliki fungsi yang berbeda yang biasanya digunakan sebagai tempat beribadah.