"Permintaan penyambungan sangat tinggi. Bandara baru Timika minta daya 2 mega watt, belum lagi pelabuhan baru, gedung olahraga (Mimika Sport Centre), perhotelan dan pemukiman masyarakat umum," ujarnya.
Pembangunan PLTU Timika sudah sekian tahun tertunda-tunda terus sejak 2008 karena masalah lahan atau lokasi. Awalnya PLTU Timika rencananya dibangun di kawasan Pelabuhan Paumako. Setelah itu dipindahkan ke Kampung Ayuka (Pet 11).
Namun lagi-lagi lokasi itu dianggap tidak cocok lantaran kondisi tanah berawa dan tingkat sedimentasi sungai sangat tinggi.
Pihak PLN kemudian memindahkan lokasi pembangunan PLTU Timika ke Kampung Mware, namun juga dianggap tidak mendukung untuk aktivitas bongkar muat kapal.(rai)
(Rani Hardjanti)