Arcandra Tahar Ungkap 4 Masalah Utama Penghambat Pasal 33 UUD45

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 20 April 2017 11:17 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 20 320 1672206 arcandra-tahar-ungkap-4-masalah-utama-penghambat-pasal-33-uud45-KkAYbioeIt.jpg Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. (Foto: ANT)

JAKARTA - Berdasarkan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 33 disebutkan bahwa bumi, air dan segala yang dikandung di dalamnya harus bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Tapi nyatanya pasal tersebut belum diamanahkan seutuhnya oleh negara.

Menurut Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, ada empat hal yang harus dilakukan supaya pasal 33 yang bermaksud memakmurkan rakyat melalui ketersediaan SDA bisa tercapai. Pertama, SDA tersebut harus dikelola oleh putra putri bangsa. Kedua, pendanaan pengelolaan untuk SDA harus dari pendanaan dalam negeri, hasil usaha sendiri.

Kemudian hal ketiga, teknologi yang digunakan kalau bisa teknologi yang diciptakan bangsa. Keempat, hasil SDA itu harus bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya di dalam negeri dan bila memang ada sisa harus ekspor.

"Ada empat hal terjemahkan saya supaya pasal 33 bisa dilakukan. Itulah yang mungkin ada, "ujarnya dalam acara Bimasena Energy Security Dialogue, Mewujudkan Program Nawa Cita, di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Namun, lanjut Arcandra, keempat hal tersebut belum terjadi seperti, sudahkan putra putri bangsa mengelola SDA-nya. Kedua, sudahkan Indonesia memiliki teknologi mengelola SDA-nya.

Ketiga, sudahkan punya dana yang mampu mendanai proyek strategis nasional yang berhubungan dengan SDA dan keempat, sudahkan hasil dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri sebesar-besarnya sebelum melakukan ekspor terhadap SDA.

"Kalau kita mau jujur bahwa apa yang dicita-citakan dan apa yang terjadi saat ini terjadi gap yang lebar. Suka tidak suka ini kenyataan, dari SDM jelas, dari teknologi enggak jauh beda, pendanaan apalagi. Terakhir dari segi pemanfaatannya. Ada empat hal yang jadi gap besar dari sebuah cita-cita ideal dengan terjadi saat ini," tandasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini