Jonan Sebut Tak Ada Alasan Jual EBT dengan Harga Mahal

Trio Hamdani, Jurnalis · Rabu 25 Januari 2017 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 25 320 1600716 jonan-sebut-tak-ada-alasan-jual-ebt-dengan-harga-mahal-rFQ9rIaRXC.jpg Ilustrasi geothermal. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan saat menjadi keynote speech pada acara Indonesia Energi Roadmap 2017-2025, mengatakan Indonesia mesti bisa menjual Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan harga terjangkau.

Menurutnya tidak ada alasan untuk memperlakukan tarif yang murah untuk EBT. Dia pun mencontohkan di negara lain harga energi ramah lingkungan mampu dijual dengan harga yang tidak begitu tinggi.

"2 minggu lalu di Abudabi, pembangkit listrik tenaga surya itu bisa jual listrik dengan tarif 2,99 sen Per kwh. Ini menurut saya satu hal yang serius sekali," jelas Jonan di Graha Cimb Niaga, Jakarta, Rabu (25/1/2017).

Dia pun menyadari pemberlakuan tarif yang terjangkau untuk EBT bukan tantangan yang mudah. Pasalnya, ada saja alasan yang membuat tarif energi ini harus dijual dengan harga yang cukup mahal.

"Pertanyaan dari teman-teman yang kerja di Energi Baru Terbarukan 'Pak ini perlu ada insentif atau apa.' Menurut saya tidak seperti itu, yang diperlukan adalah makin lama makin efisien," ujar Jonan.

Dia menambahkan, jika tarif EBT di negara lain dapat dijual dengan harga terjangkau, karena kondisinya berbeda dengan Indonesia.

"Nanti ada yang bilang 'Pak ini syaratnya nggak sama. Di sana bunga banknya 2,5% dan sebagainya. Solar radiationnya 30% lebih tinggi dari kita.' Oke memang alam dan standarnya nggak sama," ungkapnya.

Namun, Jonan memastikan kalaupun EBT di Uni Emirat Arab kondisinya sama dengan Indonesia, harga yang diberikan untuk EBT tetap bisa terjangkau dan tidak dipatok dengan harga yang cenderung tinggi.

"Misalnya di sana tanahnya gratis, dibiayai pemerintah kalau kita sewa. Kalau itu direfleksikan semua mungkin harganya enggak 2,99 tapi mungkin 6 atau 5 sen, tapi bukan 17 sen gitu," tambahnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini