nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tabanan Siap Dukung Wave Energy Usulan Menko Maritim

ant, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 15:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 14 320 1872647 tabanan-siap-dukung-wave-energy-usulan-menko-maritim-OQIw5v5BQF.jpg Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. (Foto: Dok Tabanan)

TABANAN - Bupati Tabanan, Bali, Ni Putu Eka Wiryastuti, menyatakan pihaknya sangat mendukung program "wave energy" dari Kemenko Kemaritiman yang nantinya akan mengubah sampah menjadi energi listrik dan biodiesel, sehingga perang terhadap sampah di Bali akan berjalan.

"Pak Luhut (Menko Kemaritiman) dan World Bank akan memfasilitasi kami untuk membangun wave energy yang selanjutnya akan kami lakukan pembahasan lebih dalam, karena dibutuhkan persiapan lahan 10 hektare dengan pasokan sampah 400 ton per hari," katanya di Tabanan, Rabu (14/3/2018).

Dia mengemukakan hal itu setelah menghadiri rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Kantor Kemenko Maritim, yang juga dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

"Dengan adanya program kerja sama itu, Bali diharapkan akan dapat menjadi contoh untuk provinsi lain dalam menanggulangi sampah, apalagi Bali merupakan salah satu destinasi favorit pariwisata dunia," katanya.

Baca Juga: Menko Luhut: Bali Produksi Sampah 3.000 Ton/Hari


Saat ini, katanya, di Tabanan sudah mempunyai 19 bank sampah dan salah satu bank sampah Tabanan juga sudah bekerja sama dengan pabrik plastik, sehingga sampah dapat menjadi barang yang dapat digunakan kembali dan menjadi manfaat.

"Dalam rapat koordinasi di Jakarta itu, kami sepakat untuk menyatakan perang terhadap sampah di Bali. Akan dibentuk tim yang beranggotakan Kementerian Kemaritiman, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dirjen Perhubungan Laut, Kapolda Bali, TNI AL, World Bank dan kepala daerah se-Bali," katanya.

Baca Juga: Bupati Tabanan "Subsidi" Sampah Rp1.000 per Kg

Menurut dia, tim yang sudah dibentuk akan mengedukasi hotel dan tempat pariwisata untuk mengurangi penggunaan plastik, melakukan pelatihan kepada masyarakat tentang daur ulang sampah dan cara mengubah sampah menjadi energi.

"Selain itu tim akan rutin melakukan patroli laut dan barangsiapa yang membuang sampah sembarangan akan didenda sebesar Rp500 ribu. Bali adalah tujuan wisata jadi rentan sekali terhadap sampah," katanya.

Dengan kerja sama tim itu, pihaknya meyakini saat Pertemuan IMF-World Bank di Bali pada Oktober 2018, maka Pulau Dewata sudah kembali bersih dari sampah.

Sementara itu, Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan mengungkapkan isu sampah saat ini sudah menjadi perhatian pemerintah pusat. Pihaknya akan bersinergi untuk melakukan pembersihan sampah di Bali yang saat ini sudah menarik perhatian dunia.

"Dengan mengundang banyak pihak, maka kita bersama mencari cara dalam mengatasi permasalahan sampah yang salah satu solusinya dengan mengubah sampah menjadi energi," kata Luhut.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Bali memastikan bahwa sampah plastik di perairan Manta Point, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, yang videonya sempat viral beberapa waktu lalu adalah kejadian insidental akibat arus laut.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini