nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko Luhut: Bali Produksi Sampah 3.000 Ton/Hari

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 15:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 13 320 1872088 menko-luhut-bali-produksi-sampah-3-000-ton-hari-M4J1as8XPj.jpg Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Lidya Sembiring/Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan masalah sampah saat ini akan semakin berbahaya bagi lingkungan jika tidak ditangani dengan benar. Terutama di daerah Bali yang menjadi tujuan wisata utama bagi turis asing berlibur ke Indonesia.

"Sampah ini kan sudah jadi masalah besar, kita identifikasi soal sampah ini kita ambil model satu Bali. Bali itu bisa memproduksi sampah sampai 3.000 ton per hari atau lebih 4.000 ton," ungkapnya di Kantornya, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

 Baca juga: Pendapatan 5.244 Bank Sampah Capai Rp1,48 Miliar

Menurutnya, sampah di Bali ini bahkan menyita perhatian masyarakat internasional, yang diakibatkan oleh sebuah video yang diunggah oleh seorang traveler asal Inggris mendadak viral di berbagai media sosial.

Dalam video singkat yang diunggah oleh Rich Horner melalui akun YouTube-nya, terlihat jelas air laut sampah plastik dan bungkus makanan berwarna kuning memenuhi perairan laut Bali yang selama ini dikenal akan keindahannya. Horner menemukan pemandangan mengejutkan tersebut di kawasan Manta Point, Nusa Penida, Bali.

 Baca juga: Perputaran Uang Bank Sampah Tembus Rp300 Juta/Bulan

Luhut menilai hal itu membuat nama Indonesia akan jelak di mata dunia, padahal setelah video itu diambil sampah di laut langsung dibersihkan.

"Sampah itu juga lewat dari utara kemarin rame diviralkan itu, sehari kemudian sudah enggk ada. Tapi kan enggak bisa berhenti gitu aja, karena masalah global," jelasnya.

Dia menjelaskan penanganan serius harus dilakukan di Bali karena sampah tidak hanya berasal dari Bali nya saja tapi juga bawaan dari negara lain seperti dari China.

"Bupati Badung menyebutkan bulan Februari sampai Oktober itu sampah paling parah di Bali, ada di Kuta dan Nusa Dua. Bawaan di samping itu memang ada dalam sendiri juga ada," tukasnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini