nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Tabanan "Subsidi" Sampah Rp1.000 per Kg

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 16:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 13 320 1872102 bupati-tabanan-subsidi-sampah-rp1-000-per-kg-Kw2ohIBEi3.jpg Foto: Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti (Humas)

JAKARTA - Permasalahan sampah sepertinya tidak akan pernah usai jika tidak ada kesadaran dari masyarakat dan ketegasan pemerintah. Jika muncul kasus, barulah semua bergerak menangani permasalahan sampah.

Seperti kasus sampah di Pulau Dewata, Bali yang menjadi viral di media sosial. Dalam video singkat yang diunggah oleh Rich Horner melalui akun YouTube-nya, terlihat jelas air laut sampah plastik dan bungkus makanan berwarna kuning memenuhi perairan laut Bali yang selama ini dikenal akan keindahannya. Horner menemukan pemandangan mengejutkan tersebut di kawasan Manta Point, Nusa Penida, Bali. Hal ini langsung membuat pemerintah turun tangan.

Baca Juga:

Tanggapi Isu Sampah di Bali, Ini Kata Menteri Pariwisata

Rapat dengan Menko Luhut, Bupati Tabanan Kampanyekan Melawan Sampah di Bali

Salah satu kabupaten yang ada di Bali yakni Tabanan mengakui bahwa penanganan sampah di daerahnya sudah cukup baik. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan, saat ini di Kabupaten Tabanan sudah memberikan subsidi untuk sampah sebesar Rp1.000 per kilogram (kg).

"Kita sebenarnya sudah ada untuk sampah itu, kita subsidi kalau enggak salah Rp1.000 per kilo," kata Eka di di Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

 Baca Juga: Jokowi Bakal Terbitkan Perpres Pengolahan Sampah

Menurut Eka, pemberian subsidi untuk mengumpulkan sampah ini dilakukan agar masyarakat rajin mengumpulkan sampah dan memberikan ke pemerintah. Tapi saat ini masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan hal itu sehingga pihaknya akan terus melakukan imbauan.

"Tapi kembali lagi untuk sampah sendiri sudah hampir mungkin 50% tidak ke TPA karena sudah didaur ulang di masing-masing desa dan kita juga ada beberapa kerja sama dengan pabrik plastik, juga dari BUMDes kita ada, salah satunya kan mengelola sampah mereka. Cuma jarang sekali mereka menggunakan itu, justru karena mereka lebih senang mendaur, menjual langsung di bawah leading sector BUMDes ini," jelasnya.

 Baca Juga: Menko Luhut: Bali Produksi Sampah 3.000 Ton/Hari

Sebelumnya, Pemerintah akan kembali mengeluarkan aturan baru yang fokus pada penanganan sampah yang ada di Pulau Dewata, Bali.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan seusai melakukan rapat kordinasi mengenai sampah di Bali di kantornya bersama kementerian terkait.

"Sekarang timnya sedang kerja, bagaimana menjaring, edukasi people rakyatnya, kemudian bagaimana juga mengolah sampah," ungkap Luhut.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini