BLITAR - Pemerintah Kota Blitar, Jawa Timur bakal memugar rumah masa kecil Proklamator Soekarno atau Istana Gebang. Bahkan, Pemkot telah mengalokasikan anggaran Rp600 juta untuk menjadikan Istana Gebang sebagai wisata unggulan selain makam Bung Karno.
”Alokasi anggaran di Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar),” ujar Kepala Dinas Disporabudpar Pemkot Blitar Tri Iman Prasetyono kemarin.
Istana Gebang atau akrab disebut Ndalem Gebang merupakan rumah milik Ny Soekarmini (Ibu Wardoyo), kakak kandung Bung Karno. Di rumah berarsitektur priyayi itu, Bung Karno menjalani kehidupan kecilnya.
Hingga menjadi presiden pertama Republik Indonesia, Bung Karno juga masih menyempatkan diri menghabiskan waktu di Ndalem Gebang. Pemkot Blitar sendiri telah membeli tempat peristirahatan itu dari ahli waris dan mengubahnya menjadi Museum Bung Karno.
”Pemugaran ini merupakan tahap awal. Pemkot akan membenahi pagar museum dan menata kembali lokasi pedagang suvenir. Rencananya akan ada penambahan lokasi dagang dan renovasi di luar bangunan utama,” ujar Tri.
Meski begitu, dalam pemugaran nanti Tri menjamin tidak akan mengubah keorisinalan bangunan yang sudah ada. Dia menambahkan, pemugaran secara keseluruhan diperkirakan menelan biaya sebesar Rp40 miliar.
Selain pembenahan, Pemkot juga akan mengumpulkan seluruh benda sejarah yang terkait dengan Bung Karno. Karena itu, Pemkot juga telah mengajukan permohonan bantuan pembiayaan kepada pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Timur.
”Kami berharap (pemugaran itu) dapat menjadikan Museum Bung Karno sebagai unggulan (destinasi) wisata di Kota Blitar,” pungkasnya.
Di sisi lain, aktivis Blitar Moh Triyanto menilai pemugaran Museum Bung Karno hendaknya dibarengi dengan revitalisasi ajaran Bung Karno bagi masyarakat Blitar.
”Sebab banyak ajaran Bung Karno yang telah ditinggalkan masyarakat Blitar,” ujarnya.
(Rizkie Fauzian)