Meski begitu, dalam pemugaran nanti Tri menjamin tidak akan mengubah keorisinalan bangunan yang sudah ada. Dia menambahkan, pemugaran secara keseluruhan diperkirakan menelan biaya sebesar Rp40 miliar.
Selain pembenahan, Pemkot juga akan mengumpulkan seluruh benda sejarah yang terkait dengan Bung Karno. Karena itu, Pemkot juga telah mengajukan permohonan bantuan pembiayaan kepada pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Timur.
”Kami berharap (pemugaran itu) dapat menjadikan Museum Bung Karno sebagai unggulan (destinasi) wisata di Kota Blitar,” pungkasnya.
Di sisi lain, aktivis Blitar Moh Triyanto menilai pemugaran Museum Bung Karno hendaknya dibarengi dengan revitalisasi ajaran Bung Karno bagi masyarakat Blitar.
”Sebab banyak ajaran Bung Karno yang telah ditinggalkan masyarakat Blitar,” ujarnya.
(Rizkie Fauzian)