PHNOM PENH - Pasar real estat di Kamboja, terutama di ibukota Phnom Penh diperkirakan tengah memanas.
Seperti yang dikutip dari Property Report, Jumat (8/4/2016), hal itu disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang solid dan permintaan investor asing yang kuat.
Alhasil sebagian besar investor adalah para pengembang asing dari China, Singapura, Taiwan, dan Korea yang bertujuan untuk memperluas ekspansi mereka di kota yang pertumbuhannya cepat.
Untuk pengembang asal Singapura, salah satu daya tarik lain adalah lewat undang-undang yang baru, di mana memungkinkan orang asing memiliki properti di Kamboja.
Tentunya hal itu menjadi daya tarik untuk perusahaan seperti Oxley Holdings, Teho Internasional, dan TA Corporation untuk mengembang proyek komersil dan residensial berskala besar di Phnom Penh.