"Kalau kita lihat juga pada Januari-Februari 2016 ini mencapai sekitar USD21,7 miliar atau menurun sekitar 14,3 persen dibandingkan periode yg sama di tahun 2015," jelasnya.
Sementara itu, untuk ekspor non migas, Nus menyebut nilainya mencapai USD19,56 miliar. Sejatinya, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan. Namun pihaknya tidak menampik, turunnya harga komoditas primer membuat nilai ekspor secara umum turun.
"Sebetulnya ada beberapa komoditi yang cukup signifikan kenaikannya yaitu otomotif, dan juga beberapa hasil manufaktur untuk kapal laut tapi mayoritas dari pada komoditi kita ini mengalami penurunan yang cukup tajam dan disebabkan oleh harga dari komoditas primer kita," cetusnya.
(Fakhri Rezy)