SINGAPURA - Perbankan dan pemodal diminta lebih berperan untuk "menghijaukan" mata rantai pasokan sawit sekaligus guna menekan bencana asap yang kerap terjadi di kawasan Asia Tenggara dengan menerapkan sistem keuangan berkelanjutan.
"Sektor swasta dari berbagai bagian, katakan lah finansial, mereka harus mulai melakukan 'assessment' mana bisnis yang berisiko lingkungan mana yang tidak," kata Ketua Singapore Institute of International Affairs (SIIA) Simon SC Tay kepada Antara di Singapura, Sabtu (16/4/2016).
Menurut dia, baru bank besar di Indonesia yang mulai menerapkan sistem keuangan berkelanjutan sesuai Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Bank-bank di Singapura seharusnya juga sudah melakukan hal yang sama," ujar Simon.
Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air Singapura Masagos Zulkifli Bin Masagos Mohamad mengatakan upaya untuk mendekati keberlanjutan memperoleh momentum, tapi institusi-institusi keuangan seharusnya bisa melakukan hal lebih.