Kemendag Pamer Paket Kebijakan Ekonomi ke Pemerintah Jepang

Dedy Afrianto, Jurnalis
Selasa 19 April 2016 14:49 WIB
Foto: Dedy/Okezone
Share :

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator bidang Perekonomian hingga saat ini telah mengeluarkan 11 paket kebijakan. Paket kebijakan tersebut meliputi berbagai aspek, mulai dari sektor makro, investasi, hingga menyentuh sektor mikro.

Siang ini, Kementerian Perdagangan menerima tamu dari Pemerintah Prefektur Wakayama, Jepang. Pantauan Okezone, pertemuan ini dilakukan tepat pada pukul 14.00 WIB. Pertemuan ini dilakukan untuk menandatangani Joint Statement dalam hal perdagangan ekspor.

Dalam acara penandatanganan ini, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak sempat menjelaskan secara merinci mengenai paket kebijakan yang saat ini telah diluncurkan.

[Baca juga: Paket Kebijakan XII Diperkirakan Muncul Akhir April]

Menurut Nus, paket kebijakan ini telah dapat meningkatkan pertumbuhan bisnis, terutama pada sektor riil. Sehingga, peluang inventor asing untuk dapat berinvestasi semakin terbuka lebar, khususnya untuk investor asal Jepang.

"Indonesia kali ini telah memiliki paket kebijakan ekonomi dalam rangka deregulasi ekspor. Dan dapat meningkatkan sektor riil hingga distribusi perdagangan daerah. Serta menggairahkan pariwisata," ungkap Nus dalam acara penandatanganan kerja sama di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (19/4/2016).

[Baca juga: Isi Lengkap Paket Kebijakan Ekonomi XI]

Untuk itu, lanjutnya, diharapkan investor Jepang juga dapat meningkatkan nilai investasinya di Indonesia. Sehingga, nilai investasi yang pada tahun lalu telah mencapai USD 2,8 juta dapat meningkat pada tahun ini.

"Tahun 2015, Jepang adalah investor ketiga setelah Malaysia dan Singapura sebesar USD2,8 juta atau 9,8 persen dari total investasi asing di Indonesia. Kita harapkan ini dapat meningkat tahun ini," tukasnya.

(Raisa Adila)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya