Pencampuran solar dengan bahan bakar nabati ini, lanjutnya, berhasil menghemat produksi solar dalam negeri. Sehingga, besaran konsumsi solar pun dapat ditekan hingga 20 persen.
"Campuran 20 persen FAME itu membuat campuran produksi kita impas," ungkap Wianda.
Tak hanya itu, penurunan konsumsi ini juga disebabkan oleh penurunan penggunaan solar bersubsidi dari angkutan umum. Pasalnya, saat ini mobil angkutan barang sudah tak lagi menggunakan solar bersubsidi.
"Di sisi lain kita lihat sekarang penggunaan solar Bersubsidi itu lebih terbatas pada penggunaan angkutan-angkutan. Kalau untuk mobil barang itu sudah tidak banyak menggunakan solar subsidi," tukas Wianda.
(Fakhri Rezy)