Dengan investasi yang sangat besar, kebutuhan tenaga kerja untuk proyek ini diperkirakan mencapai puluhan ribu. Mulai dari tenaga kerja middle management, operator, hingga pekerja kasar lapangan.
Sampai saat ini dari delapan kabupaten/kota yang dilintasi proyek ini, seperti Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Purwakarta, Karawang, Bekasi belum mendapat informasi akurat terkait tenaga kerja kereta cepat.
“Kalau demand-nya sudah ada, kami jelas lakukan persiapan supply-nya. Lokasi proyek lebih banyak di Jabar karena itu kami harus bersama-sama membahasnya,” kata dia. Selain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan pihak terkait akan memperketat pengawasan tenaga kerja asing, khususnya tenaga kerja asing pada proyek kereta cepat.
“Pengawasan orang asing sudah dibuat tim, dibantu pihak terkait. Kami awasi orang asing, di dalamnya ada tenaga kerja asing. Kalau mau mempekerjakan tenaga kerja asing harus diurus izinnya,” pungkasnya.
(Raisa Adila)