MALANG - Seni ukir sudah menjadi karakter budaya bangsa Indonesia sejak dulu. Namun, bagaimana jika seni ukir itu dituangkan dalam objek berupa gitar?
Di kabupaten Malang, Jawa Timur, seorang perajin gitar ukir jadi langganan musisi papan atas Indonesia. Selain musisi Tanah Air, gitar ukir buatan Dariatmo ternyata laku keras di pasar internasional.
Berawal dari keinginannya memiliki gitar namun tak memiliki biaya untuk membeli, Dariatmo, warga desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sukses membuat kerajinan gitar berkualitas ekspor.
Usaha pembuatan gitar sudah dirintis Dariatmo sejak tahun 1983 silam. Meski sempat gagal, berkat ketekunan dan kerja kerasnya bertahun-tahun, Dariatmo kini memegang hand made produk gitarnya dengan nama Darioes.
Tahap awal pembuatan gitar ukir, dimulai dari pemilihan kayu untuk bahan dasar gitar. Kayu yang dipakai biasanya jenis mahoni, mindi, mepel dan sono. Tingkat kekeringan kayu mempengaruhi hasil ukiran. Kayu yang kering secara alami, cukup baik dibanding harus dikeringkan menggunakan oven. Usai dipotong dan dibentuk sesuai pesanan, barulah kayu tersebut menjalani proses ukiran. Setelah terbentuk, tahap berikutnya adalah menghaluskan kayu dan memberi lubang untuk dilekatkan pada stang gitar.