nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wah, Kaos Kaki Bisa Jadi Boneka Imut Loh

Yuswantoro (Koran Sindo), Jurnalis · Senin 30 Januari 2017 12:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 01 30 320 1604481 wah-kaos-kaki-bisa-jadi-boneka-imut-loh-Cw70qju9Xo.jpg Foto: Koran Sindo

MALANG - Berbagai karakter boneka berjajar rapi di rak kayu. Salah satu karakter yang menonjol adalah boneka owl berukuran kecil dengan diameter 10 cm. Corak warnanya dari masing-masing boneka tidak ada yang sama.

Boneka-boneka lucu itu merupakan hasil karya tangan dingin Sri Kurnia Mahiruni, 33. Ibu rumah tangga dengan dua putera ini sejak setahun lebih memilih keluar dari kerja dan mengembangkan usaha membuat boneka.

Berbagai jenis karakter boneka yang dihasilkannya tidak sama dengan boneka kebanyakan yang dijual di pasaran. Boneka-boneka itu diproduksi Nia, sapaan akrab Sri Kurnia Mahiruni dengan bahan utama kaos kaki.

Karya unik yang diproduksinya adalah Dafayu Sock Cute. Dipastikan akan sulit ditemukan kembarannya karena masing-masing boneka terbuat dari kaos kaki yang berbeda pula. “Salah satu keunikannya, boneka ini eksklusif menyesuaikan ketersediaan corak kaos kakinya,” tuturnya.

Berbagai macam karakter boneka mampu diproduksi Nia dengan karakter khasnya. “Banyak pesanan boneka dari konsumen yang minta dibuatkan karakter tokoh-tokoh kartun. Seperti owl, doraemon, maupun minion. Tetapi hasilnya akan memiliki ciri khas dan keunikannya tersendiri, karena dikerjakan secara manual dengan tangan,” imbuhnya.

Usaha rumahan ini diawali dengan modal kenekatan dan berbekal semangat dan belajar dari media sosial. Dia memilih keluar dari tempatnya bekerja karena setelah menikah harus mengurus anak-anaknya di rumah.

Pada 2010, dia mengawali wirausaha ini dengan membuat boneka-boneka clay. Bahan dasarnya dari tepung. Tetapi usaha ini tidak bertahan lama, karena proses produksinya membutuhkan waktu khusus sementara dia harus mengurus anak-anaknya.

Setelah berhenti membuat clay, dicobanya membuat boneka berbahan kaos kaki. Pengetahuan itu didapatkannya dari media sosial. Di mana, boneka kaos kaki tidak banyak diproduksi di dalam negeri. “Saya waktu itu menemukannya di internet, tetapi impor,” kenangnya.

Berkat kesenangan dan semangatnya membuat kerajinan tangan .wanita kelahiran Salatiga, Jawa Tengah yang kini tinggal di Kelurahan Cemorokandang, Kota Malang ini mulai membuat boneka berbahan kaos kaki pada pertengahan 2015. Upaya pertama menuai kegagalan. Hasilnya buruk, tetapi dia tidak menyerah. Upaya itu terus dilakukannya hingga enam bulan.

Baru di Januari 2016, dia mampu menghasilkan boneka berbahan kaos kaki yang sesuai keinginannya. Setelah mampu menemukan standar boneka yang berkualitas, akhirnya Nia berani menawarkan produknya melalui Instagram, Facebook, dan Blogspot.

“Banyak yang berminat dan pesanan banyak. Tetapi kemampuan produksi terbatas, karena semua harus menggunakan tangan manual. Selain itu bahan baku juga terbatas,” tuturnya.

Nia juga mengembangkan boneka dengan karakter khas ciptaannya seperti Misjamu, yakni boneka penjual jamu. Ada juga boneka dalang yang memadukan boneka dengan wayang kulit. Saat ini, dikembangkan juga, karakter boneka berhijab.

Boneka-boneka itu dijual dengan harga Rp15.000 -130.000 /buah. Sementara untuk boneka yang diproduksi sepasang, harganya mencapai Rp200.000. “Pemesannya, biasanya dibuat hadiah atau souvenir. Ada juga yang jadi mascot perguruan tinggi di Bali, serta mascot Sensus Ekonomi,” ungkapnya.

Wahyu, 39, warga Pakis, Kabupaten Malang, mengaku sangat senang dengan boneka kaos kaki tersebut. dua boneka dipesannya khusus untuk anaknya. “Hadiah untuk anak saya. Dia senang karakter Kapten Amerika, dan Wonder Women. Boneka pesanan saya, hasilnya lebih unik dan lucu bila dibandingkan dengan tokoh kartun aslinya,” ungkapnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini