Harga perdana dexlite lebih terjangkau yakni Rp6.650/liter dibandingkan Pertamina dex Rp8.200 dan solar Rp5.150. Pertamina yakin konsumen baik mobil pribadi maupun kendaraan niaga antusias menyambut peluncuran dexlite. Optimisme tersebut tidak lepas dari kualitas bahan bakar terbaru ini.
Dody menjelaskan dexlite mempunyai klasifikasi antara solar dan Pertamina dex dengan Cetane Number (CN) 51 dan kandungan sulfur maksimal 1.200 part per milion (ppm). Klasifikasi dexlite ini lebih tinggi dari solar dengan CN 48 dan kandungan sulfur maksimal 3.500 ppm.
Bahkan lebih rendah dibandingkan Pertamina dex yang merupakan produk bahan bakar diesel terbaik dengan CN 53 dan kandungan sulfur 300 ppm. Wakil Ketua DPC Hiswana Migas DIY Dwi Cahyono juga optimistis perlahan-lahan penjualan dexlite akan naik dan mengimbangi penjualan pertalite. Karena pemilik mobil baru akan lebih memilih dexlite ketimbang solar.
“Prosesnya memang akan seperti pertalite. Akan tetapi harapan saya, semua SPBU bisa menyediakannya,” tandasnya.
(Raisa Adila)