Pasar Induk Modern Cikopo Diresmikan, Masyarakat Tak Perlu Lagi ke Kramat Jati

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Sabtu 04 Juni 2016 18:43 WIB
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Keberadaan Pasar Induk Modern Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat diharapkan mampu menstabilkan harga bahan-bahan kebutuhan pokok, tidak hanya di Jawa Barat tetapi juga DKI Jakarta dan Banten.

Pasar Cikopo yang baru diresmikan, hari ini oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno, yang diwakili oleh Deputi bidang Infrastruktur Bisnis, Hambra, akan menjadi jangkar bagi pasar-pasar lain di sekitar Purwakarta untuk mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai lokasi.

“Saya harap efeknya akan mampu stabilkan harga, apalagi saat-saat Bulan Ramadan. Dengan keberadaan pasar ini akan suplai barang kebutuhan masyarakat selalu ada. Apalagi ini pasar paling besar, luasnya saja 30 hektar,” kata Hambra dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (4/6/2016).

Menurutnya, keberadaaan Pasar Cikopo akan sedikit mengurai beban yang ada di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Selama ini pasar induk terbesar ada di Kramat Jati, Jakarta Timur. Akibatnya, semua sembako, terutama sayur-sayuran dan buah melimpah di pasar tersebut.

“Kalau sudah ada pasar induk di sini, tidak perlu lagi harus ke Kramat Jati beli dan jual sayur atau buah dari Jawa Barat dan bahkan Jawa Tengah. Bisa di sini dan itu akan menghemat biaya. Efek selanjutnya harga akan lebih stabil,” jelasnya.

Ia menegaskan Kementerian BUMN saat ini sangat terbuka untuk mendukung pengembangan sektor UMKM yang mendukung pertumbuhan ekonomi, apalagi pasar yang sangat jelas terjadi kegiatan ekonominya. Karena itu, berbagai masukan dari masyarakat yang terkait dengan bidang kerja BUMN, sangat diharapkan oleh kementerian tersebut.

Pasar Induk Cikopo dibangun oleh PT Jayaktijaya Megah di atas lahan seluas 60 hektar. Namun, hanya separuh dari luas lahan tersebut yang diperuntukan jadi lahan pasar. Sisanya menjadi ruang terbuka hijau.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya