MANADO – MNC Securities meresmikan tiga galeri investasi di Sulawesi Utara (Sulut), hasil kerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan perguruan tinggi setempat.
Ketiga galeri investasi yang diresmikan berlokasi di Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT), STIE Eben Haezer Manado, serta di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado. Direktur MNC Securities Heru Handayanto mengatakan, galeri investasi ini bertujuan mendukung program BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menambah investor baru dan memberikan edukasi pasar modal di lingkungan akademisi, mahasiswa, dan masyarakat luas.
”Dengan ada galeri investasi ini, para mahasiswadankalangan akademisi dapat mempraktikkan secara langsung berbagai pengetahuan teoritis dunia pasar modal yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan melakukan praktik secara langsung sebagai investor,” tutur Heru di sela-sela peresmiangaleri investasiBEIdan MNC Securities di UKI Tomohon, Sulawesi Utara, kemarin. Menurut dia, pemilihan mahasiswa sebagai sasaran berinvestasi di pasar saham karena memiliki potensi besar dalam berinvestasi.
Jika sudah menjalankan investasi, mahasiswa dapat menyebarluaskan pada banyak orang. ”Kan dari mahasiswa dapat dia sebarkan pemahaman pasar saham di keluarganya, teman-temannya, hingga lingkungan dia berada,” ujarnya. Hanya, kata Heru, untuk menarik minat masyarakat berinvestasi tetap memerlukan waktu cukup lama. Paling tidak seorang mahasiswa baru bisa berinvestasi di pasar saham secara langsung setelah memahami investasi selama beberapa tahun.”Perlu waktu, nanti kalau sudah mengerti bisa main saham,” terang dia.
Menurut Heru, ada beberapa keuntunganjika masyarakat berinvestasi di pasar saham. Salah satunya tren harga saham yang terus naik. Selain itu, pajaknya juga relatif ringan. ”Satu lagi, saham itu mudah diuangkan. Apalagi kalau dapat dividen, akan lebih untung lagi,” tuturnya. Heru menambahkan, kehadiran galeri investasi di kampus juga dimaksudkan agar gairah investasi di Tanah Air semakin tumbuh sebab lebih dari 63 persen investor di Indonesia masih dikuasai asing.
Hal ini karena di Indonesia baru sekitar 2 persen masyarakat yang mengerti pasar modal. ”Asing masuk karena mereka lihat di Indonesia masih ada untung, kenapa kita tidak gunakan kesempatan ini. Karena itu, kami datang sosialisasi kita tingkatkan status dari penabung jadi investor,” kata Heru. Direktur PT BEI Nicky Hogan menerangkan, mahasiswa dapat mulai berinvestasi dengan menyisikan uang jajan untuk membeli saham. Namun, program ini perlu dilakukan dalam jangka panjang.
”Siapa pun bisa jadi investor, cukup dengan Rp100.000. Beli saja saham perusahaan dan usahakan dalam jangka panjang. Jangan takut rugi karena sekitar dua per tiga emiten di BEI selalu mendulangkeuntungan,” tandasdia.
(Fakhri Rezy)