Pengembangan di TB Simatupang Disebut sesuai Tata Ruang

Fhirlian Rizqi Utama, Jurnalis
Kamis 16 Juni 2016 06:27 WIB
Ilustrasi: Shutterstock
Share :

JAKARTA - Pengembangan yang terjadi secara masif di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan dianggap lebih karena pasar atau market yang menginginkan lokasi baru di Jakarta.

Menurut Vice President Coldwell Banker Commercial Indonesia Dani Indra Bhatara, bergeraknya pengembangan properti komersil ke wilayah selatan tersebut pada dasarnya bergerak karena adanya market driven. (Baca juga: Pindahkan Pusat Pemerintahan, RI Perlu Belajar dari Malaysia)

"Memang terlihat TB Simatupang padat karena pengembangan properti di sana bertumbuh, tapi balik lagi ada marketnya, jadi pengembang cenderung lari ke sana," kata Dani saat dihubungi Okezone.

Menanggapi tudingan yang dilontarkan oleh Ikatan Ahli Perencana (IAP) karena menjadi dalang rusaknya rencana tata ruang di TB Simatupang, Dani pun menyebutkan, bahwa semua pengembangan yang dilakukan sudah mengacu pada Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).

"Setiap kita lakukan peninjauan ke lokasi, kita selalu lihat aturan pemerintah yang ada walaupun kita juga lihat dari sisi market, bahwa daerah sini diperbolehkan asal KDB (koefisien dasar bangunan) sekian, kemudian intensitas diperhitungkan," tuturnya.

Untuk diketahui, berdasarkan catatan Coldwell Banker Commercial Indonesia, pasokan baru ruang perkantoran yang akan masuk ke Jakarta di tahun 2016 mencapai 750.000 meter persegi, dan hingga 2018 diprediksi dapat mencapai 2 juta meter persegi baik di CBD maupun wilayah lain di Jakarta. (Baca juga: Kementerian PUPR Sulap Maja Jadi Kota Publik Baru)

Sementara menurut data Colliers International Indonesia, pada kuartal I-2016 total pasokan ruang perkantoran di wilayah TB Simatupang mencapai 833.899 meter persegi. Diperkirakan akan terus bertumbuh hingga 2019 mencapai 1.103.899 meter persegi, atau mengalami pertumbuhan 8 persen per tahun.

(Rizkie Fauzian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya