JAKARTA - Konsep Kepala Naga bahkan Kaki Naga di Jakarta tentunya sudah tidak asing lagi di telinga, terutama bagi yang berminat untuk berinvestasi di sektor properti, tentu mengetahui istilah keduanya. Kedua istilah tersebut digunakan untuk menilik hunian berdasarkan lokasi.
Namun, menurut Budayawan yang juga tokoh Betawi, Ridwan Saidi, tidak ada istilah seperti itu di Jakarta. Menurutnya istilah tersebut hanya karangan saja. (Baca juga: Bank Dunia Perbaiki Daerah Kumuh dan Bangun Rusunawa)
"Saya tidak percaya itu (kepala naga), karena naga kan hewan mitologinya orang Indo-China, China sendiri tidak ada naga, mereka hanya ngaku-ngaku. Kepala naga itu tidak ada," katanya kepada Okezone belum lama ini.
Ridwan menambahkan, meskipun istilah tersebut memang tidak ada, namun menurut Ridwan, lokasi yang baik di daerah Jakarta sejak dulu adalah di wilayah pesisir.
"Wilayah Jakarta pusatnya itu ada di daerah pesisir, karena itu kan hunian, kalau dibersihkan dari penduduk ya bisa bahaya,"jelasnya.
Sebagai informasi, konsep Kepala Naga adalah daerah yang berada di dekat kantor pemerintahan atau rumah pemimpin. Daerah tersebut menjadi pertimbangan bagi banyak orang yang mencari tempat tinggal dan berbisnis. (Baca juga: Pengembangan di TB Simatupang Disebut sesuai Tata Ruang)
Jika daerah Kepala Naga cocok untuk berbisnis, maka daerah Kaki Naga lebih cocok untuk tempat tinggal. Namun, daerah Kaki Naga juga cocok untuk berbisnis.
(Rizkie Fauzian)