"Dengan sistem ini lebih cepat, biaya murah, sederhana, dan bahan baku ramah lingkungan, ini akan meningkatkan kualitas kehidupan manusia pada umumnya," kata HuaShangda.
Huashang Tengda memiliki cara unik dalam proses cetaknya, perusahaan mengembangkan perangkat lunak yang terdiri dari empat operasi utama: pencampuran beton, transmisi, bahan rumusan elektronik, dan cetak 3D.
Huashang memanfaatkan sekitar 20 ton beton untuk membangun seluruh vila. Beberapa bagian ukuran tebal dindingnya cukup mengejutkan yakni delapan kaki. Teknologi inovatif ini tentunya memberi harapan yang dapat digunakan untuk mencetak rumah bagi mereka yang membutuhkan.
(Rizkie Fauzian)