Deutsche Bank Paling Berisiko di Dunia Versi IMF

Raisa Adila, Jurnalis
Jum'at 29 Juli 2016 05:47 WIB
Ilustrasi : Reuters
Share :

JAKARTA - Bank pemberi pinjaman terbesar di Jerman, Deutsche Bank dijuluki bank paling berisiko di dunia oleh Dana Moneter Internasional (IMF) bulan lalu. Hal ini lantaran bank tersebut gagal dalam uji kelolosan stress test oleh bank sentral AS, Federal Reserve.

Saham bank tersebut turun 45 persen tahun ini, dan pada hari Rabu lalu laba kuartal kedua yang turun 98 persen yang membuat saham jatuh 2,5 persen di Frankfurt.

Deutsche Bank (DB) menyalahkan jatuhnya laporan perusahaannya lantaran biaya restrukturisasi dan kinerja yang lemah dalam perdagangan dan investasi perbankan.

Seperti diketahui, bank ini bukan hanya terbesar di Jerman. Namun juga merupakan pemain internasional yang besar.

Melansir CNN, dalam sebuah laporan pada bulan Juni, IMF mengatakan bahwa Deutsche Bank tampaknya menjadi penyumbang cukup penting untuk risiko sistemik dalam sistem perbankan global, diikuti oleh HSBC (HSBC) dan Credit Suisse (CSGKF).

Pasca keluarnya Inggris dari Uni Eropa, pemegang saham Deutche harus mengelus dada lantaram sahamnya telah merosot 18 persen sejak pemungutan suara.

Deutsche Bank sekarang berusaha untuk memperkuat modal kerja menjadi lebih siap untuk krisis di masa depan. John Cryan selaku CEO yang baru tahun lalu menjabat, telah mulai melakukan shedding aset berisiko dan pembayaran dividen beku.

peraturan ketat yang diberlakukan sejak krisis keuangan global telah membuat bisnis inti yang lebih aman, tetapi juga jauh lebih sedikit menguntungkan. Bahkan juga masih membawa terlalu banyak risiko, menurut beberapa ahli.

"Masalah terbesar adalah bahwa Deutsche Bank memiliki terlalu banyak pengaruh," kata Analis dari Bank Berenberg.

Mereka mengatakan bank memiliki dua pilihan, yaitu memotong aset atau menambah modal. Keduanya rumit karena kondisi pasar tidak akan membiarkan bank untuk menjual aset, sementara meningkatkan modal dari investor juga akan sulit karena bank tidak dapat menawarkan prospek pengembalian yang layak.

Oleh sebab itu, jika dipaksakan bisnis ini akan semakin mengecil. Hal ini sudah direncanakan Deutsche Bank untuk memotong sebanyak 35.000 pekerjaan pada 2020. Cryan mengatakan Rabu pemotongan bisa datang jika ekonomi lemah saat ini terus berlanjut.

(Raisa Adila)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya