FRANKFURT - Deutsche Bank mulai merumahkan para pegawainya di Asia, kemarin, saat perusahaan itu memangkas 18.000 tenaga kerja secara global.
Langkah pengurangan pegawai itu merupakan bagian dari kebijakan senilai USD8,3 miliar oleh perbankan terbesar di Jerman itu agar tidak kembali merugi. Saat ini Deutsche Bank yang mempekerjakan 38.000 pegawai di Wall Street tersebut berencana mengurangi operasional global serta memangkas beberapa pendapatan tetap. Adapun total pegawainya secara global ada 91.500 orang.
Baca juga: Duh, Deutsche Bank Rugi USD1,5 Miliar
Perusahaan itu menyatakan ada ketidakpastian tentang apa kah Deutsche Bank akan mencapai break even pada 2020. Chief Executive Officer (CEO) Deutsche Bank Christian Sewing menjelaskan, banyaknya pemangkasan pegawai itu bagian dari upaya menciptakan ke m bali Deutsche Bank yang mengalami kerugian selama empat dari lima tahun terakhir.
“Pemangkasan pegawai akan berlanjut di London dan New York,” ungkap Sewing dilansir Reuters.

Sejumlah bankir tampak meninggalkan kantor Deutsche Bank di Sydney, kemarin. Mereka mengaku telah diberhentikan dari perusahaan itu.
Mereka tidak mau menyebutkan namanya saat membawa sejumlah kardus berisi barang-barang mereka.
Baca juga: Deutsche Bank: Momentum Perbaikan Ekonomi Harus Terjaga
Para pengamat JP Morgan menyebut rencana pemangkasan pegawai itu memicu pertanyaan tentang kredibilitas kebijakan, pertumbuhan pendapatan, dan motivasi pegawai. Lembaga rating Moody’s menyatakan, Deutsche Bank menghadapi tantangan besar untuk menerapkan rencana itu secara cepat. Moodyís akan tetap memberikan outlook negatif pada bank itu.
“Ini manuver berisiko, tapi jika ini sukses, ini memiliki potensi membawa bank itu kembali ke jalurnya,” ungkap sumber yang dengan salah satu dari 10 pemegang saham terbesar Deutsche Bank.
Deutsche Bank tidak menjelaskan data geografis terkait pemangkasan pegawai itu, tapi diperkirakan sebagian besar terjadi di Eropa dan Amerika Serikat (AS). Di Sydney, Hong Kong, dan wi layah lain di Asia Pasifik, hari kerja dimulai dengan pengurangan pegawai serta beberapa bankir mengakui beberapa tim sales dan trading telah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).
Baca juga: Saham Deutsche Bank Anjlok, Qatar Kehilangan Miliaran Dolar AS
Sumber yang mengetahui operasional Deutsche Bank di Australia menjelaskan, tim ekuitas pasar modal (ECM) telah dirumahkan, tapi sebagian besar tim merger dan akuisisi (M&A) belum terkena dampak pemangkasan itu.
“Deutsche Bank biasanya masuk dalam rangking 10 perbankan besar dalam berbagai kesepakatan ECM di Asia, tapi bank itu tergelincir dalam be berapa tahun terakhir hingga peringkat 17 pada tahun lalu dan 18 pada 2019,” ungkap data Refinitiv.
Sejauh tahun ini Deutsche Bank berada di rangking 8 secara regional untuk aktivitas M&A. Deutsche memiliki sekitar 4.700 pegawai di sejumlah kantor regional di Sydney, Tokyo, Hong Kong, dan Singapura, sesuai data di laman bank tersebut.
“Tim investasi perbankan untuk wilayah Asia Pasifik memiliki sekitar 300 pegawai sebelum pemangkasan yang 10-15% akan di-PHK, sebagian besar di divisi ECM,” kata sum ber bankir Asia yang mengetahui rencana itu.
Seorang trader ekuitas yang dirumahkan di Hong Kong menyatakan suasananya sangat suram saat orang-orang dipanggil datang ke rapat.
“Mereka memberi anda paket ini dan anda keluar dari gedung,” kata dia secara anonim.