JAKARTA - Deutsche Bank mengaku tidak membutuhkan penambahan modal pasca keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit). Hal ini diungkapkan CEO Deutsche Bank kepada salah satu Majalah Jerman.
"Saya percaya kami bisa membangun modal secara organik, sayangnya kami tidak melakukannya selama bertahun-tahun," papar CEO Deutsche Bank John Cryan dilansir dari Reuters, Minggu (3/7/2016).
Bank terbesar di Jerman harus menghasilkan rata-rata USD2,8 miliar atau 2,5 miliar euro untuk modal tambahan guna memenuhi peraturan. Namun, Cryan mengaku tidak ada masalah dengan ketentuan itu.
Hal ini lantaran Deutsche Bank pada kuartal I memiliki rasio modal di level stabil tingkat 1 dengan target 11,1 persen di akhir tahun. Sementara itu, hingga akhir 2019 ditargetkan sebesar 12,25 persen.
Seperti diketahui, saham bank ini tergerus saat Inggris memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa (Brexit). Namun Cryan mengatakan bank dalam posisi yang baik dibandingkan rivalnya di AS.
[Baca juga: Bankir London Hadapi Kebingungan soal Brexit]
Saat ini yang diperlukan, lanjutnya, adalah menyiapkan anak perusahaan baru di luar Inggris agar dapat beroperasi di Uni Eropa di masa mendatang.