JAKARTA - Bank pemberi pinjaman terbesar di Jerman, Deutsche Bank dijuluki bank paling berisiko di dunia oleh Dana Moneter Internasional (IMF) bulan lalu. Hal ini lantaran bank tersebut gagal dalam uji kelolosan stress test oleh bank sentral AS, Federal Reserve.
Saham bank tersebut turun 45 persen tahun ini, dan pada hari Rabu lalu laba kuartal kedua yang turun 98 persen yang membuat saham jatuh 2,5 persen di Frankfurt.
Deutsche Bank (DB) menyalahkan jatuhnya laporan perusahaannya lantaran biaya restrukturisasi dan kinerja yang lemah dalam perdagangan dan investasi perbankan.
Seperti diketahui, bank ini bukan hanya terbesar di Jerman. Namun juga merupakan pemain internasional yang besar.
Melansir CNN, dalam sebuah laporan pada bulan Juni, IMF mengatakan bahwa Deutsche Bank tampaknya menjadi penyumbang cukup penting untuk risiko sistemik dalam sistem perbankan global, diikuti oleh HSBC (HSBC) dan Credit Suisse (CSGKF).
Pasca keluarnya Inggris dari Uni Eropa, pemegang saham Deutche harus mengelus dada lantaram sahamnya telah merosot 18 persen sejak pemungutan suara.
Deutsche Bank sekarang berusaha untuk memperkuat modal kerja menjadi lebih siap untuk krisis di masa depan. John Cryan selaku CEO yang baru tahun lalu menjabat, telah mulai melakukan shedding aset berisiko dan pembayaran dividen beku.