JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) bakal menjual 15 persen saham anak usahanya, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) kepada CVC Capital Partners Ltd.
Nilai dari 15 persen saham SILO tersebut mencapai Rp2,2 triliun, atau USD166 juta (kurs Rp13.260). Demikian terungkap dalam keterangan tertulis perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/8/2016).
CVC akan membeli saham SILO ini dari Lippo dan Ciptadana, melalui penawaran umum terbatas (PUT) yang akan dilakukan Siloam.
Lippo mengaku, sebagian besar dana dari hasil penjualan tersebut akan digunakan untuk ekspansi Siloam.
"Siloam telah menyampaikan surat ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan proses untuk seluruh transaksi PUT ini akan selesai pada Desember 2016," ungkap perseroan.
Di sisi lain, riset Daewoo Securities Indonesia menyebutkan, harga untuk 15 persen saham SILO yang sebesar Rp2,2 triliun tersebut terlalu mahal.
"Kami estimasikan harga transaksi tersebut sebesar Rp12.686 per saham, lebih mahal 22 persen dari harga terakhir Rp10.400 per saham (harga penutupan Senin 29 Agustus 2016)," ungkap riset tersebut.
Pada akhir perdagangan sesi I Selasa 30 Agustus 2016, harga saham SILO sudah mencapai Rp11.375, naik Rp975 atau 9,38 persen.
Siloam International Hospital merupakan salah satu anak usaha Grup Lippo. Bisnis dari perseroan adalah rumah sakit dan jasa kesehatan.
Menurut data BEI, Lippo menguasai 60,46 persen saham Siloam melalui PT Megapratama Karya Persada. Lalu ada Caroline Riady Djojonegoro, yang merupakan perwakilan Grup Lippo di Siloam, dengan kepemilikan 0,01 persen dan masyarakat memiliki 39,54 persen.
(Fakhri Rezy)