Surya Toto Stock Split Saham 1 Banding 10

, Jurnalis
Kamis 22 September 2016 15:58 WIB
Ilustrasi pasar modal. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – Perkuat likuiditas saham, PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) akan melakukan pemecahan nilai saham alias stock split dengan rasio 1:10. Di mana aksi korporasi ini telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB).

Setia Budi Purwadi, Direktur Surya Toto mengatakan, rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 20 September 2016 telah menyetujui stock split. "Semua setuju stock split dari Rp50 jadi Rp5 per saham, atau rasio 1 banding 10," ujarnya di Jakarta.

Selain untuk mengerek likuiditas perdagangan saham di pasar modal dalam negeri, emiten berkode saham TOTO ini sebelumnya sudah mendapat usul juga dari investor pada tahun lalu untuk melakukan stock split. Sebagai informasi, perusahaan telah melaksanakan stock split sebanyak dua kali, yaitu pada 2012 dan 2014 lalu.

Emiten produsen produk sanitary ini kemudian diminta mempertimbangkan untuk stock split lagi, karena harga saham masih dianggap terlalu tinggi, yaitu berkisar antara Rp5.000-Rp7.600 per saham.

Pada semester pertama tahun ini, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp1,10 triliun. Jumlah ini turun tipis dari periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,18 triliun. Nilai ekspor sebesar Rp275,58 miliar dan domestik Rp830 miliar. Saat ini penjualan domestik masih dominan di Pulau Jawa. Meski kondisi ekonomi negara masih belum membaik, perusahaan ini masih belum memiliki rencana untuk menaikkan harga jual.

Fokus TOTO tidak hanya terpaku pada pasar Asia saja, tapi juga ke Amerika, New Zealand dan Australia. Tax Amnesty diharapkan bisa mendorong arus dana ke dalam negeri yang berpotensi menggairahkan sektor riil, termasuk sektor properti.

Rincian laporan penjualan, divisi sanitary menyumbang Rp491,81 miliar di semester I 2016, turun 3,5 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Fitting sebesar Rp577,05 miliar, turun 10,42 persen dari periode yang sama tahun 2015.

Sementara peralatan sistem dapur Rp31,11 miliar, naik 27,03 persen dari tahun sebelumnya dan peralatan elektronik serta aksesori menyumbang Rp5,36 miliar, atau naik 30 persen dari tahun sebelumnya.

Penjualan sistem peralatan dapur berasal dari mulai berjalannya pengiriman produk dapur ke proyek-proyek yang sudah ditandatangani pada tahun 2015. Capex USD4,8 juta di semester I 2016 sudah terserap sekitar 65 persen yang digunakan untuk peremajaan dan pemeliharaan mesin-mesin di pabrik fitting dan saniter.

Di sisa tahun 2016, PT Surya Toto Indonesia Tbk memilih strategi untuk fokus menjual produk low end. Kata Setia Budi Perwadi, perusahaan mengincar penjualan produk sanitary kelas low end karena menyumbang porsi penjualan terbesar yaitu sekitar 50 persen.

"Fokus low end juga karena untuk memenuhi permintaan Indonesia Timur. Kalau Indonesia ekonominya membaik, pasti kelas menengah tumbuh di daerah Timur," ungkapnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya