Gandeng Australia, Banten Bakal Miliki Pelabuhan Ternak?

Dedy Afrianto, Jurnalis
Senin 10 Oktober 2016 12:27 WIB
Ilustrasi: (Foto: Antara)
Share :

JAKARTA - Banten melalui PT Banten Global Development (BGD) hari ini melakukan penandatangan perjanjian kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Australia Indonesia Business Council (AIBC). Kerja sama ini dilakukan untuk sektor pembangunan PLTG 1.350 megawatt (MW), seaport, dan kawasan industri di Teluk Naga, Tangerang, Banten.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten, Babar Suharso menuturkan, salah satu sektor yang nantinya akan dikembangkan adalah mengenai pelabuhan ternak. Pelabuhan ternak ini merupakan lanjutan kritik sebelumnya yang rencananya akan dikembangkan melalui Pelindo II.

"Pelabuhan ini tadinya yang mau dikerjasamakan dengan PT Pelindo II, nah kemarin ini kan sudah investasinya dirintis Pak Gubernur sejak November 2015, nah ini sudah hampir setahun mereka mempertanyakan enggak ada progres. Tadinya lokasi pelabuhan ternak yang ada di kawasan Pelindo II. Tapi pelindo bermasalah di lahan, jadi ada lahan yang tidak selesai," tuturnya kepada awak media di Kantor Pusat BKPM, Jakarta, Senin (10/10/2016).

Namun, saat ini rencana tersebut masih dalam proses penelitian lebih lanjut. Berbagai pertimbangan pun saat ini masih terus dikaji, terutama terkait kebutuhan jangka panjang.

"Nah, ini kita akan ada feasibility study dulu, kita bikin kelayakan. Kalau memang layak ada dermaga khusus ternak akan kita bangun. Artinya kelayakan ini bukan layak ekonomi, layak peraturan, legal, infrastruktur. Jadi bukan hanya pelabuhan. Harus juga ada fasilitas penggemukan sapi di situ," jelasnya.

Terkait lokasi penggemukan sapi, lanjutnya, saat ini telah terdapat beberapa lokasi di Kota Tangerang. Ke depannya, akan dibangun beberapa fasilitas penggemukan sapi dengan total lahan yang dibutuhkan sekira 25 hektar.

"Ya kalau di Tangerang ini sudah ada 2, nanti dari Australia ini sudah ada di Kecamatan Gunung Kaler dan meginvestasikan untuk pembangunan kawasan feedloter USD 100 miliar. Itu harus membebaskan sekitar 25 hektare. Ini masih dekat kawasan industri," tutupnya.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya