Menurut Sofjan, kebijakan-kebijakan yang dilakukan Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Plt Menteri ESDM diakui lebih cepat dalam mengambil keputusan, seperti mempercepat negosiasi kontrak di sektor energi yang selama ini lambat dilakukan.
"Tadi dievaluasi lagi yang dibicarakan di Jepang sama Dubes Jepang, karena ini musti di-follow up lebih cepat masalah kerja sama maritimnya, terutama yang di bawah koordinasinya, kereta cepat Jakarta-Surabaya, Patimban, Masela," jelasnya.
Hanya saja, Sofjan enggan memberikan tanggapan mengenai hasil kinerja Luhut Binsar Pandjaitan yang dinilai pandai memikat investor minyak untuk berinvestasi di Indonesia sebagai modal menjadi Menteri ESDM yang definitif.
"You tanya dia saja lah, jangan tanya saya," tukasnya.
(Raisa Adila)