Bukan hanya itu, Alan mengaku akan menyiapkan 10 unit pesawat sebagai milik sendiri. Kedua langkah ini merupakan syarat dari Kemenhub yang harus mereka penuhi untuk mendapatkan slot sebagai maskapai berjadwal.
Direktur Utama PT Sky Mambruk Internasional, Toenjes S Mandiagasi menambahkan, pihaknya optimis kerjasama dengan Sky Aviation akan berlanjut tidak hanya untuk melayani perkembangan di wilayah Papua. “Kami juga mendukung dan mengembangkan bersama penerbangan terjadwal Sky Aviation di daerah lain Indonesia,” tegasnya.
Untuk wilayah Papua, keberadaan pesawat terbang sangat diperlukan. Apalagi Sky Aviation punya pesawat kecil yang memiliki kemampuan mendarat di landasan pendek.
(Rani Hardjanti)