Menurutnya pengusaha muda harus berani mengambil risiko bertarung di sektor riil dalam persaingan MEA. Jangan hanya bertumpu pada kegiatan usaha yang mengandalkan dari anggaran penerimaan belanja daerah (APBD).
Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Indramayu Nurjaenudin Ari_ n mengatakan tantangan bagi pengusaha muda ke depan akan semakin ketat. "Potensi usaha yang ada di daerah cukup besar tinggal butuh inovasi dan modal usaha yang mumpuni," tuturnya. Dia menyebutkan dalam workshop kali ini, HIPMI Kabupaten Indramayu juga menghadirkan konsultan ahli soal Usaha Kecil Menengah (UKM) dari Belanda.
Diharapkan kehadiran konsultan ahli soal Usaha Kecil Menengah (UKM) dari Belanda bisa menggugah masyarakat untuk menciptakan usaha guna menghadapi persaingan dalam Masyarakat Ekonomi Asia (MEA).
“Workshop yang bertema "Optimalisasi Peran UKM dalam Menghadapi MEA" ini diharapkan dapat memberikan ilmu baru untuk meningkatkan manajemen dan kualitas produk. Paling tidak dari workshop ini mulai dari manajemen, kualitas produk, kemasan produk, sampai pada pemasaran, akan menjadi modal bagi pengusaha muda agar dapat bersaing dengan negara lain,” pungkasnya.
(Raisa Adila)