JAKARTA - Mesir berusaha menarik ke luar krisis ekonomi yang mendalam dengan membiarkan mata uangnya mengambang bebas. Pound Mesir jatuh 48% terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Namun, dengan membiarkan mata uangnya jatuh, Mesir berarti dapat mengakses bailout besar dari Dana Moneter Internasional (IMF).
"Rezim nilai tukar yang fleksibel akan meningkatkan daya saing eksternal Mesir, ekspor dan pariwisata dan menarik investasi asing," kata Kepala IMF Mesir Chris Jarvis melansir CNN.
Menurutnya, langkah yang diambil Mesir akan membantu pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan posisi eksternal yang lebih kuat bagi negara tersebut.
Bank sentral Mesir mengatakan, keputusan untuk membiarkan mata uangnya mengambang diambil demi memadamkan distorsi di pasar valuta asing domestik dan memungkinkan permintaan pasar dan pasokan dinamika untuk bekerja secara efektif.